Drama Musikal “MERAJUT PERTIWI”

Drama Musikal “MERAJUT PERTIWI”

Sebuah karya dari anak-anak Panti Asuhan YPU-YKK setelah sukses melakukan 2 kali Drama Musikal. Dalam rangka syukur atas hari jadi YPU ke-7, Siswa/i YPU mempersembahkan Drama Musikal dengan tema “MERAJUT PERTIWI” yang merupakan kisah nyata kehidupan anak-anak yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengangkat kisah nyata hidup keluarga dan mengembangkannya dengan pola tersendiri untuk mencapai suatu unsur seni yang dinamik sesuai dengan kehidupan nyata masa kini, membuat Drama Musikal yang mengusung tema “MERAJUT PERTIWI” ini berbeda dari drama musikal sebelumnya.
Proses yang di peroleh di YPU, mampu mengubah pengalaman pahit menjadi pijakan kuat untuk melangkah ke masa depan yang lebih cerah. Anak-anak yang sudah mengalami transformasi mindset dan karakter, mempersembahkan karya musikal melalui bimbingan para volunteer profesional, dengan memadukan kisah, lagu dan tarian menjadi tontonan menarik dan mengesankan.
Drama Musikal merajut pertiwi, menampilkan lima cerita latar belakang anak yang berbeda. Pembeda kelima cerita bukan hanya melalui alur, melainkan juga daerah, peristiwa, serta cara menyajikannya. Scene pertama, menceritakan kehidupan seorang anak yang bernama Uli. Keluarga Uli tinggal di rumah yang bocor dan banyak tikus. Ayah Uli yang sangat kasar, pemabuk dan suka membuat kekacauan menjadikan Uli dan Ibunya menderita. Ditambah lagi dengan kakak Uli yang kasar dan tidak peduli menjadikan cerita semakin menegangkan.
Cerita kedua mengangkat kehidupan Irma yang sejak usia 4 tahun tinggal di panti asuhan Papua. Irma sangat merindukan orang tuanya, namun hingga hari terakhir sebelum ia berangkat ke Jakarta untuk bersekolah, ia belum pernah bertemu dengan ayahnya. Meskipun demikian, Irma memiliki sahabat yang selalu menghiburnya. Kisah Irma akan membawa penonton melihat arti persahabatan yang mampu menguatkan.
Pada cerita ketiga, penonton akan dibawa dalam sebuah cerita seorang remaja bernama Grace, anak yang berusaha membuat hari-hari ibunya tersenyum, ditengah permasalahan keluarga mereka. Dimana ibunya Grace merupakan istri kedua serta penikahannya sama sekali tidka direstui oleh nenek Grace. Grace harus melihat ibunya disiksa ayahnya dan juga ditolak oleh neneknya.
Berbeda dari cerita lainnya, kisah keempat merupakan kisah jenaka seorang anak bernama Desi bersama ayahnya yang membayangkan indahnya kehidupan di ibu kota Jakarta. Di awal cerita, penonton akan melihat ibu Desi yang selingkuh dengan orang lain, yang membuat Desi harus melewati masa remajanya tanpa sosok seorang Ibu.
Dan cerita terakhir menceritakan seorang anak kecil bernama Maria yang sejak lahir sudah tinggal di kebun karena hukum adat yang diberlakukan untuk ayahnya yang beristri lima. Hingga usia 7 tahun, Maria harus kehilangan kedua orangtuanya yang akhirnya menyebabkan ia harus diasuh oleh saudara ayahnya yang kemudian menjadikan ia putus sekolah dan kembali hidup menyendiri di tengah kebun hingga usia 17 tahun. Cerita Maria yang complicated akan dibawakan berbeda dengan cerita lainnya dan di naratori oleh siswa yang merupakan pemilik cerita aslinya, yang pastinya akan membawa penonton ke dalam kisah perjuangan.
Melalui Drama Musikal ini Siswa /i YPU belajar banyak hal. Mulai dari praktek pengelolaan sebuah event, praktek marketing, praktek penjualan, praktek pengelolaan keuangan, praktek customer service, praktek bernegosiasi dan praktek public speaking. Inilah bekal yang diperlukan oleh siswa/i YPU untuk terbang tinggi meninggalkan kemiskinan dan meraih Impian.

Add your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *