Ina Siswa YPU yang mengikuti pertukaran Pelajar di Belanda

Ina Siswa YPU yang mengikuti pertukaran Pelajar di Belanda

Saya sangat senang dan berterima kasih atas kesempatan  yang diberikan kepada saya  karena bisa mendapat kesempatan  ke luar negeri untuk mengikuti pertukaran pelajar di Belanda.Saya tidak pernah bayangkan akan bisa seperti ini.Terima kasih Tuhan, melalui para mitra yang sangat peduli  terhadap kami.

Di Belanda,banyak pelajaran yang saya dapatkan,dari segi bahasa inggrisnya  semakin terlatih, beberapa kata Belanda sudah bisa saya ucapkan dan hafal,dan juga saya dapat banyak teman di Belanda.Awalnya saya berpikir bahwa mereka itu sombong ,dan pasti tidak sembarang berteman.ternyata itu hanya pikiran saya saja, mereka sangat baik dan perhatian kepada saya. Di  rumah  keluarga student exchange saya (tempat saya tinggal), mereka menerima saya dengan sangat baik, bahkan mereka buatin masakan Indonesia untuk saya.

Saya sempat  takut  kalau “Bahasa Inggris” Saya kurang bagus pasti saya diketawain, diejek dan Saya akan banyak pakai bahasa isyarat. Tapi saya salut, mereka sangat menghargai usaha saya dan mau mendengarkan apa yang saya bicarakan,walaupun sedikit terbata-bata.

Tiap hari makan roti saya tetap enjoy, Enak ko walau berbeda dengan makanan yang biasa saya nikmati di Inonesia, tapi enak kok……..Apalagi makan salat sayur. Di sana tidak ada bangunan yang menjulang tinggi seperti di Jakarta, Paling-paling satu atau dua saja. Tidak ada makanan pedas, tiap hari diselimutin jaket kalau ke luar ruangan, karena udaranya sangat dingin. Ke sekolah naik sepeda, karena Belanda adalah negara bersepeda. Yang saya lihat hanya jalur mobil dan sepeda, kalaupun ada motor jalanya tetap di jalur sepeda.

Saya juga sangat senang sudah berkunjung ke beberapa tempat wisata seperti Efteling , seperti Disney kecil,Delta Works,dimana lautan lebih tinggi dari daratan Belanda, saya juga berkesempatan ke perbatasan tiga Negara yaitu Belanda,Jerman dan Belgia. Asyik sekali ……hanya berdiri di tugunya saja saya sudah berdiri  di tiga Negara. Selain itu saya ke museum wooden shoes,  di situ kami painting sepatu kayu , asyik… ternyata sepatu kayu hasil gambaran  itu langsung untuk kami sendiri dan saya bisa bawa pulang ke Indonesia, lalu selanjutnya saya berkunjung ke windmollen. Sebelumnya saya pikir windmollen itu sekedar hiasan yang berputar begitu saja,saya salah! windmollen Itu  dipakai orang untuk menggiling gandum . Saya juga baru tahu ternyata pusat  lampu Philips ada disana. Dan uniknya lagi di Belanda, kalau shoping ke supermarket atau mall kita bawa tas sendiri,Karena plastik dibeli sangat mahal di sana, makanya di Negara mereka tidak banyak sampah, sungainya pun bersih.

Saya sangat senang bisa jalan bersama banyak teman seperti dari Viktoria Plus Bekasi dan juga bersama teman-teman kami yang di Belanda. Dalam perjalanan pertukaran pelajar yang kami ikuti ini saya dan Kak Irma yang mewakili YPU tampil beda, kulit hitam manis dan rambut keriting dan logat daerah, tetapi tidak jadi masalah karena kami bisa bergabung dan menyesuaikan diri dengan mereka dan kami juga sharing pengalaman kepada mereka.

Terima kasih kepada Ibu Ine Waworuntu yang sudah memfasilitasi kami dalam mengikuti kegiatan ini,Ini rencana Tuhan bagi  saya bisa mewakili teman-teman YPU. Lewat kesempatan ini saya meyakini bahwa anak-anak dari panti asuhan dan keluarga sederhana juga bisa belajar hingga tingkat internasional jika diberi kesempatan pendidikan seperti yang kami dapatkan saat ini.

Dari pengalaman ini saya tetap bangun impian.Tidak hanya kali ini saja saya ke luar negeri.Tapi saya juga mau melanjutkan sekolah ke luar negeri.Tentunya tidak hanya mimpi tok, Saya harus terus belajar dan bertumbuh dalam kerendahan hati, untuk meraih impian saya itu.

Salam

Ina Siswi Prima Unggul

 

 

 

Add your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *