Mencari ilmu tanpa alas kaki  Oleh: Irma Andriani Anong

Mencari ilmu tanpa alas kaki Oleh: Irma Andriani Anong

 

 

Syukur adalah salah satu kata yang patut saya ucapkan atas hidup yang saya jalani saat ini.

Saya berasal dari keluarga dengan kondisi orang tua yang berpisah. Sejak usia empat tahun, saya sudah dititipkan dan tinggal di panti asuhan. Di panti asuhan saya tidak terlantar, saya mendapatkan fasilitas yang layak, mulai dari tempat tinggal, kebutuhan hidup dan biaya sekolah. Semua kebutuhan tersebut telah disediakan oleh panti, sehingga saya tidak pernah merasa kesulitan.

Saya tinggal di panti Putri Kerahiman Papua hingga saya lulus SMP, saat saya melanjutkan SMA, Pimpinan panti saya mengantarkan saya bersekolah di Yayasan Prima Unggul. Di YPU saya merasakan hidup yang sangat jauh berbeda dengan panti asal saya. Di sini saya diajarkan bagaimana belajar  berjuang untuk mandiri dan dapat mengurus diri sendiri. Banyak kegiatan-kegiatan yang membuat saya lebih memahami arti hidup dan lebih bersyukur. Salah satu hal membuat saya semakin dewasa dalam berpikir dan bertindak adalah melalui kesempatan beragam pelatihan yang saya dapatkan, selain itu saya juga mengikuti program berjualan keliling untuk melatih mental dan sikap saya untuk berhadapan dengan orang lain. Setelah lulus dalam tahapan tersebut, saya masuk dalam tim training center entrepreneurship. Yaitu tim siswa YPU yang memberikan pelatihan kewirausahaan dan menginspirasi pelajar yang ada di seluruh daerah di Indonesis. Program ini juga merupakan program berdampak, dimana setiap siswa membagikan pengetahuan, pengalaman dan waktunya terhadap sesama untuk mengajak banyak generasi muda untuk lebih bersyukur dan berjuang dalam hidup demi mewujudkan generasi muda yang mandiri.

Suatu kesempatan di tahun 2014, saya mengikuti tim training center memberikan pelatihan di sebuah desa di Sumatera Utara. Daerah itu sangat dingin, ditambah pagi itu juga hujan sehingga udara terasa semakin dingin. Pagi itu juga kami harus bertemu dengan siswa SMP RK Bintang Timur samosir. Satu hal yang membuat saya tercengang adalah ketika di hujan yang sangat lebat itu dengan udara yang sangat dingin, Siswa/I dari sekolah tersebut jalan kaki turun dari gunung-gunung berjalan kaki, berlari tanpa alas kaki hingga sampai di sekolah yang menjadi tempat kami bertemu.

Saya tetegun melihat betapa semangatnya teman-teman saya ini. Mereka sadar akan arti pentingnya pendidikan. Mereka tidak menjadikan hujan, dingin dan perlengkapan seperti sepatu untuk menjadi alas an untuk tidak sekolah. Semangat inilah yang juga menjadi semangat bagi kami tim YPU terutama saya untuk terus membantu teman-teman yang seumuran dengan saya di berbagai daerah di Indonesia untuk memberi semangat kepada mereka, mengajak mereka untuk berani bermimpi seperti saya, dan terus semangat berjuang untuk bersekolah hingga suatu saat nanti bisa melepaskan diri dari belenggu kemiskinan.

Dari sekolah yang kami kunjungi ini, ada beberapa siswa yang mendapat kesempatan uttuk bersekolah di YPU. Hingga saat ini mereka sangat bersemangat mengikuti segala proses pembelajran di YPU. Kami berjuang bersama, belajar bersama dan bermimopi bersama. Saya yakin mereka pasti bisa kembali kedaerah mereka dan membawa kesuksesan hasil ketekunan belajar, saya juga yakin bahwa kami lewat apa yang kami dapatkan saat ini, kami bisa membantu lebih banyak anak lagi yang bernasib sama seperti kami.

Add your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *